Skip to main content

Topik Basi

Dalam suasana lebaran, seorang teman mengeluh karena bosan ditanya 'kapan nikah?', lalu dia bertanya apa yang harus dia lakukan.

Lha? Mana kutahu.. wkwk..

Rentetan pertanyaan Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Dan seterusnya adalah pertanyaan klasik di Indonesia saat acara keluarga.

Dan memang menyebalkan kalau ditanya begitu. Tapi belakangan ini aku tahu kenapa mereka hobi menanyakan hal tersebut.

Itu karena mereka nggak tau topik apa lagi yang bisa digunakan untuk bahan pembicaraan. Mereka nggak tahu mau ngomong dan nanya apa lagi selain itu.

Itulah yang terjadi kalau orang nggak tahu bagaimana caranya membangun pembicaraan. Mereka mengira dirinya asik karena pertanyaannya diladeni, padahal semakin panjang obrolannya, makin banyak nasehat-nasehat sok tahu, lawan bicaranya makin terganggu.

Bukannya membuat suasana berkumpul menjadi menyenangkan tapi malah membuat lawan bicara jadi tersiksa dan pengen kabur. 

Apakah diantara kamu ada yang suka bertanya dengan topik tersebut? Please deh, jangan mengulangi pertanyaan tersebut, karena kamu akan terlihat menyedihkan.

Comments

Popular posts from this blog

.

Sejak dulu Timbuktu adalah tempat pelarian yang sempurna. Belakangan ini ada alternatif lain yang bisa dilirik. Ga perlu jauh-jauh sampai menyeberang lautan.
Kemarin ada pamerannya.  Mustinya aku mengambil brosurnya. Siapa tau suatu hari nanti aku membutuhkannya. 
Namanya Julikarta.

Efisien Dengan Smartphone

Semenjak Prince menggunakan hp jadulnya, aku jadi terinspirasi untuk menyederhanakan isi smartphoneku, supaya aku nggak sedikit-sedikit lihat hp.
Tapi aku bukan Prince. 
Walaupun kami pasangan, tinggal serumah, bukan berarti gaya hidup kami sama persis plek.
Aku sih ogah kalau balik ke jaman purbakala, menggunakan hp yang monokrom, dengan keyboard bukan qwerty dan pilihan ringtonenya jayus. Itu bukan aku banget.
Yang bisa dipetik dari gaya hidup bertelpon-rianya Prince adalah efisiensi.
Jika dia bisa efisien dan produktif dengan hp jadulnya, maka dengan teknologi yang lebih baik, mustinya aku bisa lebih produktif dan efisien dengan smartphoneku.
Teknologi mustinya membuat waktu luang kita lebih banyak. Contoh sederhana : mesin cuci. Tinggal masukkan baju lalu pencet tombol, kita bisa mengerjakan hal lain.
Begitu juga dengan smartphone. Harusnya smartphone membuat waktu luang kita lebih banyak, bukannya sebaliknya.
Caranya? Menghilangkan aplikasi yang membuat waktuku menjadi tidak efi…

Menulis Lagi

Setiap pagi setelah bangun tidur, aku selalu duduk diam sambil menikmati secangkir kopi dalam keheningan saat matahari terbit. 

Lalu aku berpikir dengan tenang, merenungkan kehidupan. Haseeek..
Kadang-kadang aku juga membaca buku beberapa halaman. 
Sampai kemarin aku berpikir, mungkin lebih nikmat lagi jika pagi hari yang damai di isi dengan duduk manis, menuliskan semua ide-ide dan pikiran yang menarik hatiku. 
Sepertinya indah.
Jadilah pagi ini aku bikin blog.