Skip to main content

Topik Basi

Dalam suasana lebaran, seorang teman mengeluh karena bosan ditanya 'kapan nikah?', lalu dia bertanya apa yang harus dia lakukan.

Lha? Mana kutahu.. wkwk..

Rentetan pertanyaan Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Dan seterusnya adalah pertanyaan klasik di Indonesia saat acara keluarga.

Dan memang menyebalkan kalau ditanya begitu. Tapi belakangan ini aku tahu kenapa mereka hobi menanyakan hal tersebut.

Itu karena mereka nggak tau topik apa lagi yang bisa digunakan untuk bahan pembicaraan. Mereka nggak tahu mau ngomong dan nanya apa lagi selain itu.

Itulah yang terjadi kalau orang nggak tahu bagaimana caranya membangun pembicaraan. Mereka mengira dirinya asik karena pertanyaannya diladeni, padahal semakin panjang obrolannya, makin banyak nasehat-nasehat sok tahu, lawan bicaranya makin terganggu.

Bukannya membuat suasana berkumpul menjadi menyenangkan tapi malah membuat lawan bicara jadi tersiksa dan pengen kabur. 

Apakah diantara kamu ada yang suka bertanya dengan topik tersebut? Please deh, jangan mengulangi pertanyaan tersebut, karena kamu akan terlihat menyedihkan.

Comments

Popular posts from this blog

Latihan Mindfulness

"Hidup itu perlu merayakan saat ini, disini-kini. Tidak terikat masa lalu dan tidak berkhayal masa depan." Aduh, aku mendadak bete, tadi aku udah nulis panjang lebar ternyata nggak kusave, jadinya hilang. Jadi musti ngulang dari awal. *garuk-garuk aspal*. Balik ke topik awal.  Sejujurnya pikiranku sangat liar dan sering loncat-loncat ke masa lalu & masa depan. Sangat sulit untuk di kontrol, sehingga aku nggak pernah bisa fokus untuk hadir saat ini.  Nah kalau sulit untuk fokus hadir saat ini, gimana bisa menikmati hidup? Aku masih sering berlatih, tapi hasilnya nggak bisa maksimal. Yaiyalah nin, semua butuh proses kelesss.. Jadi sejak kemarin kuputuskan untuk mencatat pengalaman hadir saat ini di notes mungil.  Di bawah ini, salah satu contoh kecil dari yang kutuliskan kemarin. Senin, 10 Juli 2017 06:14 kaki kananku kesemutan, kudengar jam di ruang ini berdetak tick-tock-tick-tock, kudengar mobil tetangga sebelah kanan dikeluarkan, burung di depan rumah berkicau sahut...

Babak baru (lagi)

Males ah nulis yang serius-serius. Nulis yang lucu-lucu aja. 

Menyederhanakan Hidup

Setelah aku mempraktekkan metode konmari-nya Marie Kondo, satu persatu masalah mulai terpecahkan. Sungguh mencengangkan, padahal isi bukunya cuma mengajarkan caranya beres-beres rumah. Tapi ternyata dengan membereskan barang-barang secara menyeluruh, aku jadi tahu apa yang kubutuhkan dan apa yang nggak kubutuhkan di dunia ini.  Dulunya aku banyak browsing tips dan trik untuk menyederhanakan hidup. Tapi nggak pernah tertarik untuk mencoba, karena mau hidup sederhana kok tipsnya ribet banget.  Setelah baca buku ajaibnya Marie Kondo, baru aku tercerahkan.  Ternyata cara termudah dan tercepat untuk menyederhanakan hidup menjadi lebih simpel adalah nggak menyimpan terlalu barang.  Jadi di saat semua orang konsumtif membeli barang, aku malah nafsu mengurangi barang wkwk. Setelah aku melakukan beres-beres secara menyeluruh, setiap pagi aku masih membuang 5 barang yang nggak penting lho. Saat menyortir aku cuma bilang, "Saat ini, aku nggak butuh ini, besok kalau perlu, inget...